Dahlan Iskan Tidak Mau Menjadi Capres, Apa Alasannya ?

Jujur, sebagai salah satu pengagum sosok Dahlan Iskan, saya cukup sedih saat mengetahui Menetri BUMN ini tidak mau dicalonkan menjadi Capres.😦

Bagaimana tidak ? Kita semua tahu bagaimana sosok Dahlan Iskan yang rendah hati, berwibawa, dan penuh dengan determinasi saat memimpin sebuah organisasi. Mulai dari Jawa Pos, PLN, sampai akhirnya sekarang menjabat sebagai BUMN, semua lembaga atau perusahaan tersebut dibawa oleh Dahlan menjadi lebih baik. Namun saat ditanya soal jabatan Capres, Dahlan berkata “Tidak”. Kenapa ?

“Enggak mau. Saya enggak mau maju,” kata Dahlan dalam perbincangan santai dengan Tempo, Senin, 6 Februari 2012.” Itu sama saja membahayakan diri saya” ujar Dahlan. 

Membahayakan? Apa yang membuat Dahlan berpikir seperti itu? Kata Dahlan, dunia politikus saat ini sarat cibiran. Dahlan ogah, saat dia lagi pingin kerja keras untuk membenahi urusan badan usaha milik negara, langkahnya tersendat gara-gara cibiran.

Akibatnya, Dahlan tak lagi bisa bekerja maksimal seperti selama ini. “Kalau saya sebut-sebut itu (jadi calon presiden), nanti dikira saya kerja keras selama ini karena ada maksudnya,” kata Dahlan. 

Jika ada orang berpikir seperti itu, Dahlan mengaku akan merasa sedih hati. “Daripada orang mencibir dan saya enggak bisa kerja all out, mendingan enggak usah.” ujarnya. 

Benarkah cuma itu alasan Dahlan emoh ikut bursa pencalonan presiden? Ternyata tidak. Alasan lain karena ia tidak berafiliasi dengan satu partai pun. Seseorang memang bisa maju menjadi calon presiden tanpa perlu bergabung dengan partai tertentu, yakni melewati jalur independen.

“Tapi tidak ada sejarahnya calon independen bisa menang. Jadi, kalaupun ada yang dukung, saya enggak mau,” katanya. 

Dahlan berpendapat jika jabatan tertinggi dalam hidupnya bukan menjadi presiden atau pejabat negara setara menteri.

Jabatan tertinggi bagi dia adalah menjadi orang bebas tanpa memangku satu jabatan tertentu. “Sebetulnya setelah PLN itu, saya berencana tiga tahun setelahnya menjadi orang bebas,” ujar Dahlan.

Dalam sejarahnya, lelaki kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951, itu memulai kariernya sebagai calon reporter pada surat kabar di Samarinda, Kalimantan Timur. Setahun kemudian, 1976, Dahlan bergabung dengan majalah Tempo sebagai wartawan.

Kariernya terus menanjak sejak mendirikan surat kabar Jawa Pos pada tahun 1982. Di dunia pemerintahan, Dahlan mulai berkecimpung pada 23 Desember 2009 sebagai Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara dan menjabat posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara di 19 Oktober 2011.

Namun, apapun keputusannya saya tetap menghormati Pak Dahlan Iskan🙂 . Semoga kedepannya Dahlan Iskan mau dan menjadi Presiden Indonesia😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: